Sah ! Ini Vonis Hakim Untuk Bos First Travel

by -610 views

BERITA UNIK 24 – Bos First Travel Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman divonis penjara. Keduanya terbukti menipu ribuan calon jemaah umrah yang mendaftar di First Travel.

“Mengadili, menyatakan terdakwa satu Andika Surachman dan terdakwa dua Anniesa Hasibuan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan penipuan dan pencucian uang secara berlanjut,” ujar hakim ketua Sobandi di PN Depok, Rabu (30/5).

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa 1 Andika Surahman dengan pidana penjara selama 20 tahun dan terdakwa Anniesa Hasibuan dengan pidana penjara 18 tahun,” tegas hakim. Hakim juga menghukum Anniesa dan Andika membayar denda Rp 10 miliar subsidair 8 bulan penjara.

Keduanya telah melakukan tindak pidana dengan melakukan penipuan dengan cara membelanjakan, dan mengubah bentuk, serta membawa ke luar negeri yang semuanya berasal dari aliran dana calon jemaah.

Herman melanjutkan, total aset uang yang dimiliki First Travel sebanyak Rp8,8 miliar. Jika digabung dengan aset barang bergerak, tanah, rumah, dan apartemen, totalnya mencapai Rp40 miliar.

Jaksa sebelumnya menuntut Andika dan Anniesa hukuman masing-masing 20 tahun penjara. Dengan demikian, vonis untuk Andika sesuai tuntutan, sedang untuk Anniesa lebih ringan.

Sedang sebelum sidang vonis dimulai hari ini, Andika menyebut kelewatan bila dia dihukum 20 tahun penjara dan dia akan mencari upaya hukum lainnya.

Sementara kerugian 63.310 calon jemaah mencapai Rp905 miliar. Aset yang mereka miliki tak cukup untuk menutupi kerugian jemaah.

Anniesa dan Andika menggunakan uang jemaah untuk kepentingan pribadi mereka. Mereka kerap membelanjakan uang untuk membeli barang-barang mewah seperti mobil, rumah, perhiasan dan lainnya.

Tak hanya itu, mereka juga kerap bolak-balik ke Eropa dengan menggunakan uang jemaah. Bahkan, bos First Travel sempat membeli restoran di London.

AGEN DOMINO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *