Dikritik Gaji BPIP, Ini Jawaban Mahfud MD

by

BERITA UNIK 24 – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD merasa jengkel dengan kritik dari sejumlah pihak terhadap hak keuangan Dewan Pengarah BPIP yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Kejengkelan Mahfud, salah satunya dipicu oleh kritik dari seorang kader Partai Keadilan Sejahtera. Kepada wartawan di kantor BPIP di Kompleks Wantimpres, Jakarta, Kamis (31/5), Mahfud mengatakan kekesalannya karena kader PKS itu mengkritik dengan cara tidak sopan.

Mahfud bercerita, kader PKS yang diakui sebagai temannya itu, tiba-tiba mengirim meme bertuliskan ‘Saya Pancasila, Saya Rp100 Juta’.

“Orang ini kurang ajar, ini,” ujar Mahfud.

Mahfud lantas merespons kritik tersebut dengan memblok akun twitter kader PKS itu.

Dia juga balik mengkritik kader PKS itu dengan memintanya menanyakan gaji yang diterima anggota DPR setiap bulan, yang menurutnya lebih besar dari hak keuangan yang didapat Dewan Pengarah BPIP.

“Yang sah, coba tanya ke Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR. Berapa dia dapat tiap bulan, berapa uang yang dia hamburkan pergi ke luar negeri pergi atau ke mana,” kata Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud juga mengungkit kembali kader PKS yang terjerat korupsi.

“PKS itu sudah punya koruptor dua. Melahirkan dua koruptor besar. Mau melurus-luruskan orang dengan cara tidak sopan,” cetus Mahfud.

“Itu baru yang dipenjara, Belum lagi yang dilaporkan, masih diproses,” imbuhnya.

Sejumlah kader PKS memang terlibat dalam beberapa kasus korupsi, antara lain kasus suap dalam pengurusan kuota impor sapi di Kementerian Pertanian pada 2013 yang menjerat Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Luthfi divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Pengadilan Tipikor dengan pidana penjara selama 16 tahun. Vonis itu kemudian diperberat oleh Mahkamah Agung menjadi 18 tahun penjara.

Kader PKS lain yang terjerat kasus korupsi adalah mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho pada 2015.

Dia terjerat lebih dari dua kasus korupsi. Salah satunya dalam korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) Pemprov Sumut tahun anggaran 2012-2013.

Kasus itu merugikan keuangan negara hingga Rp4 miliar. Gatot pun dinyatakan bersalah dan divonis 6 tahun penjara

AGEN DOMINO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *