Pencarian Korban Dihentikan, Basarnas Lanjutkan Pencarian CVR Lion Air JT-610

by -197 views

Berita Terkini – Sinyal cockpit voice recorder (CVR) black box Lion Air PK-LQP tak lagi terdeteksi. Tapi pencarian CVR tetap dilanjutkan meski Basarnas menyudahi operasi pencarian korban.

Penegasan ini disampaikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Nasional (KNKT) Soerjanto Tjahjono. Pencarian CVR black box dilanjutkan untuk melengkapi penyelidikan jatuhnya Lion Air JT610 di perairan Karawang, Senin (29/10).

Baca juga : Basarnas Resmi Menutup Operasi Pencarian Korban Lion Air JT-610

“Tim kami akan tetap mencari black box semampu kami. Kami belum tahu sampai kapan pencarian ini bisa kami lakukan,” ujar Soerjanto di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018).

Dalam pencarian ini, KNKT menggunakan alat tambahan yakni ping locator finder. Selain itu akan remotely operated vehicle (ROV) dilengkapi elemen baru.

“Jadi nanti kita akan menggunakan kapal, beberapa kapal yang dilengkapi dengan ROV yang lebih besar dan canggih. Ada 4 kamera, dan di ROV akan ada scan sonar, juga yang paling penting di sini ada equipment baru yang di-on boat-kan di ROV yaitu sub-bottom profiling yang bisa mendeteksi benda-benda di dalam lumpur sampai kedalaman 4 meter,” terang Soerjanto.

Menurutnya sinyal tak terdeteksi karena pinker rusak akibat benturan keras. Sehingga ketika mengeluarkan suara, suaranya tidak maksimal, tidak yang seperti FDR,” sebutnya.

KNKT saat ini masih menganalisis data dari FDR black box. Sejumlah temuan diungkap dalam hasil investigasi sementara.

Ada temuan airspeed indicator Lion Air PK LQP yang rusak dalam empat penerbangan terakhir PK-LQP. Namun temuan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan JT 610. KNKT melanjutkan penyelidikan.

Termasuk kerusakan sensor AOA (angle of attack). AOA adalah pengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Sensor AOA menunjukkan perbedaan pada saat penerbangan sebelum JT 610, yaitu dari Bali ke Jakarta. Dalam penerbangan itu, AOA pesawat PK-LQP sebelah kiri berbeda 20 derajat dengan sebelah kanan.

Baca juga : Tim DVI Kembali Berhasil Identifikasi 3 Korban Pesawat Lion Air JT-610

“Mungkin kalau sekarang (penyelidikan ) dengan FDR saja, mungkin sekitar 70 persen-80 persen(yang) bisa kita ketahui. Kita perlu sempurnanya sampai 100 persen (mengetahui) penyebab dari kecelakaan itu, kita memerlukan CVR,” tegas Soerjanto.

Pencarian CVR menurutnya dilakukan di area jatuhnya Lion Air dengan cakupan maksimum radius 1 kilometer.

“Kami belum tahu sampai kapan (pencarian) tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin menemukan CVR,” ujar Soerjanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *