La Nyalla Ungkap Cara Sebar Hoax Jokowi Pada Pemilu 2014

by -380 views

Berita Unik 24 – Mantan politikus Gerindra La Nyalla Mattalitti mengungkapkan cara dirinya turut menyebarkan hoaks atas Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 silam.

Pria yang kini berlabuh ke Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengakui menyebarkan isu Jokowi sebagai PKI, Kristen, termasuk keturunan China.

“Jadi memang kita sebarin berita-berita hoaks Pak Jokowi PKI, Pak Jokowi itu orang Tionghoa. Saya sebar melalui blackberry,” ujar La Nyalla saat hadir di program Layar Pemilu Terpecaya CNNIndonesia TV, Rabu (12/12) malam.

“Kemudian saat akan pencoblosan kami bagikan majalah Obor [Rakyat], koran-koran Obor itu,” sambungnya.

Kala itu, ujar La Nyalla, dirinya masuk ke dalam struktur tim kampanye Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa untuk wilayah Jawa Timur. Walaupun mengaku turut menyebarkan isu-isu hoaks, La Nyalla menyatakan itu tak didapatkan atau melibatkan tim kampanye Prabowo-Hatta.

“Enggak ada, itu [niat turut menyebarkan isu] dari kita sendiri. Cuma, kita yang terima berita-berita itu enggak tahu dari mana, tapi siapa lagi kalau bukan kelompok saya sendiri kan, yang kita serang Pak Jokowi kok,” kata La Nyalla.

Meskipun tak tahu siapa yang memulai isu-isu hoaks atas Jokowi itu, La Nyalla mengaku dirinya turut membantu penyebaran tabloid Obor Rakyat hingga 100 truk.

“Jadi saya enggak tahu siapa yang desain, yang jelas saya didrop ada mobil 100 truk itu. [Dibagikan] ke se-Jawa Timur,” kata La Nyalla.

Dampak dari penyebaran isu itu pun, sambungnya, paling tampak terasa di Pulau Madura. Perolehan suara Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) di wilayah itu pun kalah.

“Isu-isu PKI kan paling anti di Madura itu, terutama masalah agama juga paling anti. Apalagi orang Madura menganggap Pak Jokowi ini bukan orang Islam, enggak mengerti agama,” tuturnya katanya.

La Nyalla mengaku merasa berdosa sehingga memutuskan meminta maaf kepada Jokowi dan mengungkapkan itu semua ke publik.

Pada tempat dan kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade mengatakan di mata hukum sudah jelas baik partainya maupun Prabowo tak terlibat dengan Obor Rakyat.

“Kita tahu Obor Rakyat itu sudah melalui proses hukum yang panjang, dua tahun setelah 2014 prosesnya berjalan, 2016 kan sudah ada vonis. Ada dua orang yang sudah divonis melakukan kegiatan obor rakyat dan alhamdulillah sudah terbukti secara klir bahwa partai Gerindra dan Pak Prabowo klir tak terlibat dalam kasus Obor Rakyat,” ujar Andre.

Baca juga : Ketua PPP Rommy : Pengakuan Nyalla Buktikan Isu PKI Jokowi Diciptakan Oleh Rival

“Kita tidak tahu siapa di belakang Obor Rakyat, yang jelas bukan Gerindra, bukan Pak Prabowo,” sambungnya.

Lebih lanjut, Andre menyatakan pihaknya malah bingung mengapa isu PKI, Kristen, hingga China itu masih dikeluhkan kubu Jokowi terutama oleh sang presiden petahana.

“Kami bingung kalau masih Pak Jokowi sampai sekarang masih sekedar curhat bahwa beliau dituduh PKI, saya takutnya Pak Jokowi ini playing victim,” kata Andre.

Andre menegaskan kini baik Prabowo, Sandiaga, para caleg Gerindra, partai koalisi, dan relawan hanya membicarakan empat hal saat berkeliling Indonesia pada masa kampanye Pilpres dan Pileg 2019 ini.

“Bagaimana Pak Prabowo dan Bang Sandi hadir untuk menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memastikan harga-harga kebutuhan pokok terjangkau, terakhir pemberantasan korupsi,” ujar Andre.

Namun, soal trik ‘bermain jadi korban’ itu pun disanggah La Nyalla. Menurutnya itu masih terus berjalan hingga kini, dan bisa dilihat dari pesan berantai maupun meme yang beredar lewat aplikasi pesan maupun media sosial.

“Buktinya itu [hoaks atas Jokowi sebagai PKI, Kristen, China] keluar terus,” kata mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Pengakuan La Nyalla ini kali pertama diungkapkannya ke publik saat melawat ke kediaman cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, 11 Desember 2018.

Di kediaman Ma’ruf, La Nyalla pun mengaku dirinya turut menyebarkan tabloid Obor Rakyat di wilayah Jawa Timur dan Madura yang marak di Pilpres 2014 lalu.

Tabloid Obor Rakyat sendiri terbit pertama kali pada Mei 2014 dengan judul ‘Capres Boneka’ dengan cover utama karikatur Jokowi sedang mencium tangan Megawati Soekarnoputri. Majalah itu pula yang menyebut Jokowi sebagai keturunan Tionghoa dan kaki tangan asing.

agen domino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *