Gunung Anak Krakatau Longsor Seluas 64 Hektare Diduga Picu Tsunami Selat Sunda

by -459 views

Berita Unik 24 – BMKG mengatakan munculnya gelombang tsunami akibat longsoran kawah Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare. BMKG juga menyebut tsunami terjadi akibat gelombang tinggi.

“Dalam rilis sudah dituliskan bahwa bukti yang mendukung telah terjadi runtuhan lereng Gunung Anak Krakatau antara lain adalah dari citra satelit yang menunjukkan luas 64 hektare, terutama pada arah barat daya. Terus sehari sebelumnya ada cuaca ekstrem gelombang tinggi sehingga memperparah gelombang tersebut,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018).

Dia menambahkan gempa vulkanik memicu longsoran di bawah laut. Longsoran itu, kata dia, setara dengan guncangan gempa magnitudo 3,4.

Baca juga : Korban Tsunami Selat Sunda Mencapai 281 Jiwa

“Kemudian ada data tambahan yang kami peroleh, gempa vulkanik tadi ternyata yang memicu terjadinya kolaps atau longsor bawah laut. Longsoran bawah laut ini dianalisis setara dengan kekuatan guncangan dengan magnitudo 3,4 dan episenternya ada di Anak Gunung Krakatau,” tuturnya.

Menurut BMKG, dari data yang diterima, tsunami terjadi 24 menit setelah longsor Gunung Anak Krakatau terjadi. “Kolaps ini yang kemudian dalam waktu 24 menit menjadi tsunami di pantai dan kejadian itu terkonfirmasi dengan data tidegaude milik Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dipantau oleh BMKG,” terangnya.

Baca juga : Update Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda

BMKG bekerja sama dengan TNI serta LIPI melakukan monitoring terhadap Gunung Anak Krakatau. Dwikorita mengatakan timnya sempat mendekat ke Gunung Anak Krakatau pascatsunami, tapi balik mundur karena abu.

“Kemudian BPPT melakukan survei udara menggunakan drown, jadi kami mengumpulkan data. Artinya, ini gerakan bersama untuk menjaga masyarakat agar tidak terjadi lagi korban dan dapat terantisipasi ke depan,” jelasnya.

agen domino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *