Kisah Penangkapan dan Pelepasan Vanessa Angel

by -597 views

Berita Unik24 – Dunia entertainment dihebohkan penangkapan dua artis oleh Polda Jatim diduga jaringan prostitusi online. Dua artis itu diamankan di hotel kawasan Surabaya selatan, Sabtu (5/1).

Selain dua artis, polisi juga mengamankan dua muncikari asal Jakarta dan satu asisten. Total 5 orang yang diamankan. Sekali kencan, Vanessa Angel disebut pasang tarif Rp 80 juta. Sedangkan Avriellia Shaqqila bertarif Rp 25 juta.

Polisi menyebut pemesan kedua artis disebut-sebut pengusaha kaya. Pengusaha tersebut diketahui seorang bapak-bapak berusia 40-50 tahun. Saat ditangkap, Vanessa sudah kencan di hotel. Namun, rekannya artis FTV itu belum berkencan.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi membenarkan pemesan dua artis itu seorang pengusaha.

“Pemesannya pengusaha. Usianya sekitar 40 sampai 50 tahun. Sudah bapak-bapak (Saat ditangkap) Vanessa sudah kencan di hotel, kalau temannya itu belum. Dua orang ini berbeda. VA Rp 80 juta dan satunya Rp 25 juta,” kata Harissandi.

Setelah itu, polisi melepas pengusaha tersebut karena statusnya hanya sebagai saksi. Pengusaha berinisial R itu sempat diperiksa usai digerebek di salah satu hotel di Surabaya dengan Vanessa Angel. Namun, pemeriksaan tersebut hanya berlangsung beberapa jam.

“Karena tidak ada undang-undang yang menjerat. Sementara kita periksa sebagai saksi. Pasalnya yang kita terapkan muncikari, karena penyedianya kan muncikari,” jelasnya.

Baca juga : Fakta-Fakta Penangkapan Prostitusi Online yang Melibatkan Artis

Sedangkan Vanessa Angel setelah diperiksa kurang lebih 25 jam, dilepaskan. Jane Shalimar, salah satu sahabat yang bersimpati terhadap Vanessa Angel atas kasus dugaan prostitusi online, membantunya. Sebelumnya, keduanya sempat berselisih tentang Didi Soekarno, mantan tunangan, meski saat ini mereka telah bersahabat.

Meski terkejut dengan pemberitaan tersebut, Jane yang mendatangi Polda Jatim membantu dengan mendatangkan pengacara atas kasus wanita berusia 28 tahun tersebut.

“Nggak nyangka aja. Asli kaget banget. Saya tidak bisa memberi statemen banyak-banyak dulu. Yang penting adalah saya mau menjenguk Vanessa dulu. Dan juga kebetulan saya juga membawa kuasa hukum,” tambahnya.

Sementara itu Vanessa Angel keluar dari Mapolda Jatim sekitar pukul 16.42 WIB, Minggu (6/1) didampingi sahabatnya Jane Shalimar dan kuasa hukumnya. Memakai kaos oblong warna putih, raut wajah Vanessa tampak sedih namun sesekali terlihat tenang.

Selain itu, Vanessa sempat mengucapkan permintaan maafnya kepada masyarakat dan pengguna media sosial atas kegaduhan yang telah diciptakan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Vanessa Angel meminta maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi. Atas segala opini dan asumsi yang telah terbentuk di masyarakat ataupun di media sosial,” kata Vanessa mengawali permintaan maafnya di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Tak hanya itu, Vanessa mengakui jika dirinya salah. Dia juga mengaku khilaf atas perbuatannya yang merugikan ini.

“Saya menyadari bahwa kesalahan dan kekhilafan yang telah saya lakukan telah merugikan banyak orang,” lanjutnya.

Selain Vanessa, beberapa jam kemudian, Avriellia Shaqqila juga keluar dari Mapolda Jatim sekitar pukul 17.38 WIB. Avriellia menemui wartawan dengan menangis. Avriellia terlihat memakai mini dress berwarna cokelat dan jaket biru dongker. Saat keluar dari ruangan penyidikan, Avriellia menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

“Saya Avriellia meminta maaf kepada seluruh publik dan seluruh awak media yang selama ini sudah dengan saya,” katanya di depan wartawan Mapolda Jatim.

Awalnya, Avriellia yang nampak baik-baik saja langsung menangis tersedu-sedu. Dia tak kuasa menahan air matanya, sembari menutupi wajahnya dengan kertas berisikan ucapan maaf.

Selain itu, Avriellia juga sempat meminta maaf kepada kepolisian atas kesalahan yang dibuatnya. Dia juga sempat menyebut jika tindakannya ini tak patut dicontoh oleh siapapun.

agen domino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *