Fakta Kecelakaan Di Jalan Nganjuk-Madiun

by -139 views
Fakta Kecelakaan Di Jalan Nganjuk-Madiun
Fakta Kecelakaan Di Jalan Nganjuk-Madiun

Berita Unik 24 – Kecelakaan maut terjadi antara bus penumpang Mira dan sebuah mobil Innova di Jalan Nganjuk-Madiun, Jawa Timur, Senin (9/9/2019).

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang tewas dan satu luka-luka, semuanya merupakan penumpang Innova.

Dua penumpang meninggal di lokasi kecelakaan, salah satu korban adalah sopir Innova Panji Whisnu Kusuma (21) mahasiswa asal Kelurahan Cokromenggakan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, satu penumpang meninggal di rumah sakit.

Sementara, sopir bus Mira yang ditabrak Innova bernama Tri Sumaryanto (53) warga Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Berikut faktanya:

1. Kronologi kejadian
Menurut salah satu saksi mata yang juga warga di sekitar lokasi, Siwi, mobil Innova melaju kencang dari Madiun menuju Nganjuk.

Namun, saat menyalip pengendara sepeda motor, tiba-tiba mobil bernopol AE 567 SC tersebut oleng ke kanan hingga menyeberang pembatas jalan.

Pada saat bersamaan, pada arah berlawanan melaju bus PO Mira bernopol S 7190 US. Kecelakaan pun tak terhindarkan.

“Mobil Innova terpental dengan kondisi rusak parah dan penumpangnya tewas dengan kondisi mengenaskan,” kata Siwi, seperti dikutip dari Tribunnews.

2. Tiga tewas satu luka

Berdasar keterangan polisi, ada empat penumpang di dalam mobil Innova tersebut, tiga diantaranya tewas. Lalu, satu penumpang lainnya mengalami luka berat.

Salah satu korban tewas diketahui bernama Panji Whisnu Kusuma W (21), seorang mahasiswa asal kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo.

Menurut polisi, Panji merupakan sopir dari mobil Innova. Sementara itu, polisi masih mendalami dan mengungkap identitas korban tewas lainnya. Untuk kondisi sopir bus PO Mira hanya mengalami luka ringan.

“Saat ini para korban luka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit, tentu nanti setelah kondisi memungkinkan akan segera kami minta keterangan terkait kejadian kecelakaan tersebut,” kata Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Regy Renata, Senin (9/9/2019).

3. Mobil rusak parah

Regy mengatakan, akibat kecelakaan tersebut, kondisi mobil Innova rusak parah, sedangkan bus PO Mira hanya mengalami kerusakan ringan.

“Mobil Innova mengalami kerusakan cukup parah dan bus Mira tidak mengalami kerusakan berarti. Untuk memastikan penyebab kecelakaan kami masih terus melakukan penyelidikan,” ujarnya.

4. Human Error

Sementara itu, Kasi Laka Subdit Gakum Ditlantas Polda Jatim Kompol Herry Setyo Susanto mengatakan, penyebab kecelakaan yang terjadi antara bus Mira dan Innova karena human error atau faktor kelalaian.

Di mana sopir diduga kurang konsentrasi dan kurang memperhatikan situasi jalan saat berpindah jalur yang akan dilewati Bus Mira.

“Sopir Innova kurang hati – hati dalam mengendalikan laju kendaraannya, diduga kurang konsentrasi,” kata Herry.

“Innova berjalan oleng, berpindah lajur terlalu ke kanan tanpa memperhatikan situasi arus lalu lintas dari arah depan,” sambungya.

5. Polisi analisa kecelakaan

Sambung Herry, pihak Ditlantas Polda Jatim, telah mencoba menganalisa faktor kecelakaan dari berbagi sudut seperti faktor jalan, kendaraan, cuaca dan penerangan.

Hasilnya, faktor “human error” tampil lebih kuat sebagai faktor penyebab kecelakaan.

“Situasi jalan saat kejadian arus lalu lintasnya sedang, sementara cuacanya cerah. Hanya saja sopir Innova kurang hati-hati,” ujarnya.

6. Sempat ambil video

Sebelum kecelakaan maut terjadi, salah satu penumpang Innova sempat merekam aktivitas mereka di dalam mobil.

Detik-detik video diduga sebelum kecelakaan maut Innova vs Bus Mira di Nganjuk-Madiun, Senin, beredar luas di media sosial.

Dalam video yang berdurasi 44 detik tersebut, memperlihatkan aktivitas sekelompok anak muda yang sedang menaiki mobil.

Tampak penumpang perempuan mengenakan baju kuning terlihat sedang make up.

Di bagian belakang, tampak pemuda berbaju merah sedang tiduran. Ia tidur di kursi paling belakang mobil.

Dalam video yang tersebar tersebut, terdengar pembicaraan laki-laki yang mengatakan, iki gaweo cerito gik. Lek aku nabrak-nabrak (Ini buat cerita gik, kalau aku nanti nabrak-nabrak).

Sumber : Kompas.com

Berita unik | Berita terkini | Berita terpercaya | Berita Online | Berita terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *