Hampir 2.000 Orang Meninggal Karena Corona, Pemerintah Iran Tetap Tolak Bantuan Asing

by -17 views
Hampir 2.000 Orang Meninggal Karena Corona, Pemerintah Iran Tetap Tolak Bantuan Asing
Hampir 2.000 Orang Meninggal Karena Corona, Pemerintah Iran Tetap Tolak Bantuan Asing

Berita Unik 24 – Seorang pejabat senior Iran menolak bantuan dari “pasukan asing” untuk menghadapi wabah virus corona. Penolakan ini disampaikan setelah NGO medis yang berbasis di Prancis menawarkan bantuan untuk Iran di saat nyaris 2 ribu orang meninggal akibat virus corona di negeri itu.

“Dikarenakan mobilisasi nasional Iran terhadap virus dan penggunaan penuh kapasitas medis militer, maka saat ini tidak perlu adanya tempat-tempat tidur rumah sakit yang didirikan oleh pasukan asing, dan kehadiran mereka ditolak,” kata Alireza Vahabzadeh, penasihat Menteri Kesehatan Iran dalam cuitan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/3/2020).

Sebelumnya, Doctors Without Borders (MSF) yang berbasis di Prancis, menyatakan bahwa mereka berencana mengirimkan tim beranggotakan sembilan orang dan peralatan untuk mendirikan sebuah rumah sakit dengan 50 tempat tidur.

Hal tersebut menuai penolakan dari lingkaran ultra-konservatif di Iran yang menuduh staf MSF sebagai “mata-mata”.

Dalam sebuah statemen, MSF menyatakan pihaknya telah mendapatkan izin yang diperlukan dari otoritas Iran untuk mendirikan fasilitas rumah sakit tersebut. MSF pun menyampaikan “ketidakpahaman” atas penolakan tawaran bantuan tersebut.

Sejauh ini, Iran telah melaporkan bahwa sebanyak 24.811 orang diketahui terinfeksi virus corona. Adapun jumlah total kematian telah mencapai 1.934 jiwa. Ini menjadikan Iran sebagai salah satu negara yang paling terdampak pandemi virus corona.

Iran menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi keempat di dunia akibat virus corona, setelah Italia, China dan Spanyol.

Sumber : CNNIndonesia.com

Berita unik | Berita terkini | Berita terpercaya | Berita Online | Berita terupdate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *